AKPERSI Karawang Mantapkan Kolaborasi dengan Pemda: Tegaskan Peran Media Berintegritas dan Profesional serta Berimbang
KARAWANG | KILATBERITA | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang menegaskan kesiapannya menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem media yang profesional, berimbang, dan berintegritas. Komitmen ini mengemuka dalam audiensi resmi bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Karawang pada Selasa (9/12/2025).
Ketua DPC AKPERSI Karawang, Ferimaulana, menyampaikan bahwa AKPERSI hadir bukan sekadar sebagai organisasi profesi, tetapi sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas informasi publik dan menegakkan standar etik jurnalistik.
“Media adalah pilar keempat demokrasi. Karena itu, kami di AKPERSI Karawang berkomitmen memperkuat fungsi kontrol sosial yang independen, objektif, dan edukatif. Sinergi dengan Pemda menjadi langkah penting untuk memastikan informasi publik tersampaikan secara benar, bertanggung jawab, dan jauh dari kepentingan yang menyesatkan,” tegas Ferimaulana.
Ia menambahkan, AKPERSI siap mengambil peran signifikan dalam peningkatan literasi informasi di masyarakat, sekaligus menjadi benteng utama dalam menangkal hoaks, propaganda, dan distorsi informasi yang dapat mengganggu stabilitas sosial.
“Kami mengapresiasi ruang dialog yang diberikan Kesbangpol. Ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi momentum untuk membangun kemitraan jangka panjang demi penguatan komunikasi publik dan pembangunan daerah,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Karawang, Mahpudin, menyambut positif inisiatif AKPERSI. Menurutnya, keberadaan organisasi media yang terstruktur dan profesional sangat dibutuhkan dalam menjaga kondusivitas daerah dan mengawal program pemerintah.
“Media memiliki peran strategis sebagai agen edukasi publik. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk kolaborasi, selama seluruh aktivitas organisasi mengikuti ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Mahpudin.
Ia menekankan bahwa Kesbangpol siap memfasilitasi setiap bentuk sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi kemasyarakatan, termasuk organisasi media yang dinilai mampu menjaga iklim demokrasi dan memperkuat persatuan masyarakat.
Audiensi tersebut ditutup dengan diskusi mendalam terkait urgensi kolaborasi media–pemerintah dalam memperkuat transparansi, menjaga stabilitas sosial, serta mendorong terciptanya ruang demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab di Kabupaten Karawang.
Jika ingin versi yang lebih keras, lebih investigatif, atau lebih bernada tegas terhadap isu hoaks dan profesionalisme media, cukup beri instruksi—siap saya tajamkan lagi.
Teddy